Direncakan Penyusunan RDTR Tata Ruang Kawasan Industry Selesai Bulan November

Telukbintunikab.go.id-Bintuni,BM – Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penilitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Teluk Bintuni, DR. Alimudin.MM kepada BM Selasa (9/7/2019) menjelaskan, hari ini (kemarin-red) melaksanakan Focus Group Discussion(FGD) dalam rangka rencana penyusunan RDTR di sekitar kawasan industry Bintuni.

Tujuan dari penyusunan ini untuk menyiapkan satu kawasan pendukung untuk mengantisipasi perkembangan dan pertumbuhan kawasan kawasan cepat tumbuh yang ada di kawasan industry, maupun yang ada di srim maupun adsrim.

Seperti diketahui bahwa beberapa kawasan ini akan berkembang. Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN menyusun satu dokumen tentang satu kawasan penyanga atau pendukung kawasan industry agar kawasan itu bisa berkembang melalui penetapan zonasi sehingga perkembanganya tidak sporadic atau perkembangan di kawasan tidak terkendali.

Ini sangat baik agar sama sama menyiapkan satu kawasan industry dan ini merupakan tahapan awal dari beberapa tahapan yang akan dilaksanakan. Tahapan tersebut diantarnya, konsultasi public dua kali dan akan mengundang beberapa elemen masyarakat untuk diikutsertakan di dalam forum ini.

Nah, tadi ada delinasi kawasan yang akan kita peruntukan sebagai kawasan penyangga atau pendukung maupun industry yang luasnya sekitar 3,500 hektar yang ada di padang Agoda. Ini merupakan delinasi untuk mempersiapkan kawasan tersebut agar bertumbuh secara terkontrol sehingga nanti tidak ada lagi kawasan kawasan yang digunakan oleh pihak tertentu.

Tahap awal merupakan konsilidasi tim penyusun dari Kementerian ATR ke Pemda dan nanti akan ada konsultasi public yang akan melibatkan pihak pihak terkait.

Yang kedua adalah, ada dua dokumen yang juga sudah pernah di susun. Pertama adalah kawasan strategis Kabupaten Teluk Bintuni yang juga ditetapkan di daerah Sumuri serta ada satu dokumen yang dibuat oleh Kementerian Industry yaitu, dokumen rencana detail tata ruang kawasan industry. Mudah mudahan semua ini memperkuat kawasan industry kedepan.

Kita berharap bahwa, masyarakat di sekitar kawasan industry bisa memberikan dukungan penuh agar betul betul bisa mewujudkan Pembangunan kawasan industry di daerah Sumuri/Onar ini,”harap Alimmudin.

Ditambahkan, target penyusunan yakni, tadi saat pemaparan oleh Kementerian ATR/BPN bahwa, akan selesai di bulan November dan ujung dari semua dokumen tersebut akan berbentuk peraturan daerah RDTR tata ruang pendukung kawasan industry. Dan nantinya akan di perdakan di kabupaten sehingga semua orang yang akan melakukan kegiatan di kawasan itu harus taat dan tunduk pada penetapan zona zona yang akan ditetapkan dalam kawasan tersebut

Kasubdit Tata Ruang Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria BPN, Budi Santoso mengatakan, dalam pembahasan ini disepakati beberapa poin diantaranya, pertama, delineasi kawasan perencanaan yang disepakati adalah alternativ 1 dengan luas sekitar 3.500 hektar pada wilayah sekitar Kampung Agoda.

Dua, berdasarkan peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 8 Tahun 2017 tentang pedoman pemberian persetujuan substansi dalam rangka penetapan peraturan daerah tentang rencana tata ruang Provinsi dan rencana tata ruang kabupaten/kota, maka hasil kesepakatan delineasi ini akan ditindaklanjuti dengan surat penetapan delineasi kawasan oleh Bupati Kabupaten Teluk Bintuni atau pejabat eselon II yang diberi kewenangan atas nama Bupati.

Tiga, dukungan dari pihak pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni dalam menyusun materi teknis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan peraturan zonasi (PZ) terdiri dari : (a) koordinasi dan sinkronisasi data, (b) pembentukan tim teknis RDTR dan Pokja KLHS, (c) fasilitasi kebutuhan data, (d) dukungan pendampingan (pemeriksaan data, cek lapangan,dsb). (e) komitmen legalisasi Ranperda menjadi Perda RDTR dan peraturan zonasi.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT mengucapkan terima kasih kepada Menteri ATR/BPN karena dengan dokumen ini menjadi suatu aspek yang mendorong percepatan Pembangunan kawasan industry.

Memang kita ada persoalan yang mendesak dan harus di selesaikan menyangkut kepastian lahan. Ini merupakan pertemuan awal, namun akan ada pertemuan pertemuan selanjutnya untuk memantapkan ini.

Tidak gampang kalau kita berbicara terkait tanah, namun selagi ada niat baik dan masyarakat merasa kepentinganya di akomodir, maka saya yakin semua proses ini akan berjalan.

Kepada Bappeda dan seluruh jajaran, saya ucapkan terima kasih, karena bertambah lagi satu dokumen lagi. Dan ini sangat penting untuk semakin melengkapi dokumen tata ruang wilayah dan semoga sekembalinya tim ke Jakarta, bisa mempercepat prosesnya dan membantu kita sekaligus dalam perumusan Raperda,”kata Bupati(Humas&Protokoler)