Franky Mobilala, Bupati Teluk Bintuni Diundang ke Ibukota Baku Untuk Mengikuti ICF

Telukbintuni.go.id-Di langsir dari Bintuni,BM — Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT di undang oleh Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan di Ibukota Baku pada bulan September 2019 untuk mengikuti Indonesia Cultural Festival (ICF)

Hal ini menindaklanjuti kesuksesan 3rd Indonesia Cultural Festival (ICF) yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baku pada bulan September 2018, maka KBRI Baku kembali berencana menyelenggarakan kegiatan ICF ke-4 pada bulan September 2019.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Franky Mobilala, SKM.M.kes kepada media ini via whatsapp, Jumat (5/7/2019).

Lebih lanjut menurut Franky Mobilala, sesuai surat dari KBRI di Baku bahwa, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka melakukan promosi terpadu potensi ekonomi, pariwisata serta social budaya Indonesia di Azerbaijan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Indonesia mampu meningkatkan ekspornya ke Azerbaijan, memperbanyak jumlah wisatawan Azerbaijan ke Indonesia, serta memperdalam dan saling pemahaman antar kedua Negara.

Untuk tahun 2019 ini, sebagai etalase budaya Indonesia seperti halnya kegiatan ICF tahun sebelumnya. Dan direncanakan akan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya seperti, seni tari, music, bela diri dan lain lain dari berbagai daerah di Indonesia serta dari sanggar budaya dan tim kesenian. ICF ke-4 juga direncanakan akan menampilkan berbagai produk potensial Indonesia maupun kegiatan business meeting yang diikuti oleh para pengusaha dari Indonesia dan Azerbaijan. Selain itu, dilakukan pula kegiatan lainya seperti dialog, seminar atau promosi dibidang pendidikan, seni budaya dan lain lain.

Sehubungan dengan hal terebut, maka kami mengundang Kabupaten Teluk Bintuni untuk kiranya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut di atas, dengan mengirimkan delegasi seni budaya, pengusaha, akademisi dari Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan ini sendiri kata Paman panggilan akrabnya, pagelaran budaya dan pameran unggulan Indonesia akan dilaksanakan mulai tanggal 11 — 15 September 2019.

Nah, yang menjadi pertanyaan kenapa Kabupaten Teluk Bintuni di undang dalam kegiatan Internasional tersebut ?. Karena tahun 2018 lalu, Kabupaten Teluk Bintuni berhasil menjuarai United Nations Publik Servisce Awards (UNPSA).

Dikarenakan diagnosis dan pengobatan yang akurat melalui sebuah inovasi baru dalam mengiliminasi penyakit malaria, sehingga Kabupaten Teluk Bintuni keluar sebagai juara atau pemenang di kawasan Asia Pasifik untuk kategori 1.

EDAT merupakan kelaborasi antara pemerintah daerah, non pemerintah, swasta. Program EDAT pelaksanaanya melalui Juru Malaria Kampung (JMK) atau spesialis malaria yang bertujuan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengobatan malaria, pencegahan dan identifikasi.

Makanya dengan Program EDAT yang sudah men-dunia, sehingga nama Kabupaten Teluk Bintuni juga ikut mendunia lewat program tersebut, sehingga Bupati di undang ke Ibukota Baku.

Sebelumnya Kabupaten Teluk Bintuni juga di undang untuk menghadiri penerimaan UNPSA di Negara Azerbaijan. Dalam pemberian penghargaan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta berhasil menerima penghargaan PetaBencana.id dalam ajang UNPSA 2019. PetaBencana.id pemenang dalam kategori Ensuring Integrated Approaches in public sector Institutions(Humas&Protokoler))