BUPATI ” MENINGKATKAN KUALITAS SDM DENGAN MEMBEKALI GURU – GURU UNTUK MENJADI GURU PENULIS

Bintuni, BM – Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa secara menyeluruh baik di tingkat Desa, Kabupaten Kota, Provinsi dan Negara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Teluk Bintuni mengadakan kegiatan Gebyar Literasi Workshop Guru Penulis, dilaksanakan di Aula Hotel Stenkool jalan raya Bintuni Kilometer 4, Kabupaten Teluk Bintuni, Kamis 12/12/2019.

Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT yang dibacakan Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop SH, menyampaikan ” literasi mengandung makna kemampuan mengenali abjad dan angka yang tercermin pada kemahiran membaca, menulis dan berhitung, namun literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis, literasi tidak terlepas dari keterampilan bahasa yaitu pengetahuan bahasa tulis dan lisan yang memerlukan serangkaian kemampuan kognitif, pengetahuan tentang Genre dan Kultur ” ungkapnya.

” Literasi berkaitan erat dengan Dunia Pendidikan sehingga kemampuan guru tentang literasi sangat diperlukan karena literasi menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami dan menerapkan ilmu yang didapat didekolah, guru harus mampu menulis dan berbicara ” tegas Bupati.

” Workshop kali ini lebih fokus pada penulisan cerita lokal, saya berharap dari peserta sekalian untuk fokus menggali ilmu dari para narasumber, jadilah guru penulis yang menghasilkan karya – karya gemilang bagi negeri ini, khususnya mengangkat cerita lokal Daerah Teluk Bintuni menjadi tulisan cerita yang baik dan bermakna bagi anak – anak Bintuni demi mewujudkan Masyarakat Teluk Bintuni yang maju produktif dan berdaya saing” terangnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan ” menjadi guru penulis bukanlah tanpa hambatan dalam menuangkan ide dan gagasan menjadi untaian kata membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran, jangan berpikir apakah bukumu dibaca atau tidak tapi yakinlah bahwa tulisanmu memberi makna yang besar bagi kehidupan orang banyak, saya teringat sebuah peribahasa yang mengatakan bahwa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, bagaimana dengan Guru ?, Guru mati meninggalkan buku, tulisan guru penulis itu abadi, abadi namanya, abadi gagasanya, yang memberikan inspirasi dan motifasi ” tutup Bupati ( Humas & Protokoler TB )