FASI Tahun 2019 Resmi Dibuka,Kedepan Bupati Inginkan ada Dai Cilik Asli Bintuni

Telukbintunikab.go.id-Dilangsir dari Bintuni,BM – Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw,MT resmi membuka Festival Anak Soleh Indonesia(FASI) ke – I tahun 2019 dengan mengusung tema,” Mencetak Generasi Milenial Yang Cinta Al Qu’an dan Masjid Serta Berakhlak Mulia”.

Kagiatan FASI 2019 ini diselengarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia(BKPRMI)Kabupaten Teluk Bintuni.

Ketua Panitia FASI 2019, Abdul Jalil saat menyampaikan laporanya mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan pawai Taaruf mulai dari GSG dan finis di Masjid Kampung Lama. Sedangkan ada 7 perlombaan yang dilaksanakan pada FASI 2019 ini.

Sumber dana untuk memperlancar kegiatan ini kata Jalil, yakni bantuan dari Pemerintah Daerah Teluk Bintuni. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan teristimewa kepada panitia yang sudah bekerja keras demi lancarnya kegiatan FASI pertama ini,”.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT mengapresiasi BKPMRI terkait pelaksanaan Festival Anak Soleh Indonesia ini.

Ini sangat penting karena mulai sekrang harus membangun Sumber Daya Manusia yang bertakwah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lewat pembentukan anak usia dini.

“Anak soleh berarti harus takut Tuhan, menghormati orang tua, mendengar nasehat guru dan orang yang lebih tua.Serta yang tidak kalah penting juga menurut Bupati, kalau mendengar suara azan, maka segera ke Masjid atau Mushola,”.

Saya inginkan orang asli Papua harus lebih maju dalam hal agama seperti saudara saudara kita yang dari luar Papua. Makanya Festival pertama ini jangan hanya berakhir disini saja, tetapi harus dilanjutkan terus dan pada intinya pemerintah sangat mendukung karena kegiatan ini sangat penting dalam Pembangunan manusia

Untuk itu, dengan adanya Festival ini, kita harapkan anak anak Bintuni menjadi soleh dan menjadi panutan untuk orang lain. Keinginan saya kedepan bahwa, kalau bisa dikirim anak anak kita untuk mengikuti pendidikan Dai Cilik dan Mubalik diluar Bintuni,’harap Bupati

Sekali lagi harapan saya bahwa, Papua menjadi aikon atau contoh bagi Indonesia. Islam di Papua adalah Islam Papuanis,dimana bukan saja Islam yang keriting, tetapi juga ada yang berambut lurus namun berjiwa Papua, memahamin keadaan dan kondisi Papua.

Papua sangat luar biasa dalam memahami perbedaan agama.Apalagi kita dikenal sebagai agama keluarga dan ini harus dipupuk terus dalam kehidupan sehari hari,”kata Bupati(Humas&Protokoler)