Semua Pihak Diharapkan Peka Terhadap Pencegahan dan Penanggulangan Bencana

Telukbintunikab.go.id-Dilangsir dari Bintuni, BM – Sesuai data Badan teknis PBB dalam hal strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana (UN-ISDR), Indonesia merupakan negara paling rawan terhadap bencana di dunia.

Data ini didukung dengan jumlah jiwa yang terancam kehilangan nyawa bila bencana alam terjadi. Dimana secara khusus, Indonesia menempati posisi tertinggi untuk ancaman bahaya tanah longsor dan posisi keenam untuk ancaman bahaya banjir.
Atas dasar ini, Pemda Teluk Bintuni melalui instansi terkait dipacu untuk melakukan pencegahan serta penanggulangan bencana.

Demikian dikatakan Sekda Teluk Bintuni,Gustaf Manuputty,S.Sos saat membuka acara diskusi publik dokumen peta risiko bencana di Kab Teluk Bintuni di aula Bupati,Selasa(12/11/2019)

“Lanjut Sekda, berdasarkan Laporan Akhir Analisis Kementerian Lingkungan Hidup, Provinsi Papua Barat memiliki potensi tanah longsor sebesar 22,05 persen dari total 9.651.955 hektar lahan.

Selanjutnya, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Papua Barat menempati persentase tertinggi untuk wilayah resiko banjir yaitu 75 persen dari 9,6 juta hektar lahan,” ungkap Sekda

Sekda mengungkapkan, sampai saat ini, upaya yang telah dilakukan dengan menggandeng mitra terkait dan dengan dukungan masyarakat antara lain, penyusunan kajian resiko bencana yang dilakukan dalam beberapa tahapan, diantaranya Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Tahun 2019 dan dilanjutkan dengan Diskusi Publik Dokumen Peta Resiko Bencana yang digelar hari ini

Kegiatan diskusi publik tersebut, Ia menjelaskan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan mengingat bencana alam tidak dapat diprediksi secara tepat terjadinya dan pola penanggulangannya melibatkan semua pihak.
Karenanya, Sekda berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat bermanfaat untuk mengenali berbagai permasalahan, pandangan, tanggapan, kebutuhan dan sikap pemangku kepentingan terhadap kajian resiko bencana yang akan dilakukan di Kabupaten Teluk Bintuni.

“Dampak kegiatan ini dapat menyempurnakan dokumen hasil kajian resiko bencana di kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan berbabagai masukan dan tanggapan para pemangku kepentingan. Kontribusi berupa pemikiran kritis dan diskusi bersama terutama dari OPD terkait dalam rangka penanggulangan bencana sangat diperlukan,”

“Saya berharap dari diskusi ini dapat mengintervensi master plan bencana banjir dan tanah longsor sebagai bentuk kristalisasi sinergitas dalam pengelolaan resiko bencana. Sekaligus mendukung pembangunan demi mewujudkan masyaraka Teluk Bintuni yang Maju, Produktif dan Berdaya Saing,”(Humas&Protokoler)