SEKDA ” MOMENTUM YANG BERDIMENSI LUAS UNTUK PERENCANAAN DAN KEBIJAKAN DALAM MENETAPKAN LANGKAH KONTIJENSI DAN MITIGASI BENCANA DI TELUK BINTUNI “

Bintuni, BM – Kegiatan Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Tahun 2019 resmi di tutup oleh Sekertaris Daerah Teluk Bintuni Gustaf Manuputty S.Sos,MM yang di awali dengan Penanda tanganan kesepahaman pada tingkat Kabupaten, Provinsi dan Pusat Jum’at 8/11/2019 di Aula Hotel Stenkool Bintuni.

Sambutan Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT yang di bacakan oleh Sekda Teluk Bintuni menyampaikan ” berdasarkan pada laporan akhir analisis Kementrian Lingkungan Hidup, Provinsi Papua Barat memiliki potensi longsor sebesar 22.05% dari total 9.651.955 hektare lahan, selanjutnya kondisi Daerah Aliran Sungai ( DAS ) di Provinsi Papua Barat menempati persentasi tertinggi untuk wilayah resiko banjir, yaitu 75% dari 9,6 juta hectare lahan Provinsi Papua Barat berada dalam potensi rawan bencana banjir terutama untuk wilayah yang berada di dataran rendah “.

” Oleh sebab itu, terselenggaranya rapat ini merupakan suatu momentum yang berdimensi luas bagi perencanaan dan kebijakan dalam rangka menetapkan langkah – langkah kontijensi dan mitigasi bencana di Kabupaten Teluk Bintuni, khususnya bencana banjir dan longsor, selama tiga hari kita mengikuti rangkaian rapat penyusunan dokumen kontijensi bencana, tentunya banyak yang dapat kita kilas balik dan cari penyelesaian masalah terutama dalam kerangka kesiap siagaan Daerah ini dalam menghadapi bencana ” paparnya.

” Begitu besarnya makna dan peran hasil rapat ini, maka pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan terima kasih kepada narasumber maupun Bapak/Ibu peserta dari semua instansi terkait yang selama tiga hari ini memberikan sumbang perhatian, pikiran maupun tenaga serta dukungan secara simultan dan komprehensif bagi upaya kontijensi dan mitigasi bencana di Kab Teluk Bintuni, karena kita semua menyadari bahwa hasil dari yang kita usahakan bersama selama tiga hari inilah yang akan menentukan tentang sasaran Pembangunan ke depan ” tegas Sekda.

Lebih lanjut Gustaf Menuputty mengatakan ” di depan kita masih banyak tugas dan tantangan yang segera harus kita rencanakan dan implementasikan terutama dalam hal proses perencanaan dalam situasi potensi bencana, dimana skenario dan tujuan harus disepakati, tindakan teknis dan manajerial di tetaokan, dan sistem tanggapan dan pengarahan potensi di setujui bersama oleh Pemda dan para pemangku kepentingan untuk mencegah atau meminimalisir cakupan luas serta resiko bencana, dengan upaya – upaya kontijensi dan mitigasi bencana, di harapkan dapat meminimalisir resiko bencana baik jiwa maupun material di Kabupaten ini sehingga tidak menjadi kendala bagi pengembangan program pembangunan menuju masyarakat Kab Teluk Bintuni yang maju, produktif dan berdaya saing “.

Gustaf juga berharap ” semoga hasil dari rapat ini merupakan jalan pencerahan yang dapat memberikan nuansa baru yang lebih mendukung sinergitas antar pemangku kepentingan, bernilai aplikatif, apresiatif dan representatif dalam mencegah dan menanggulangi bencana, khususnya bencana banjir dan longsor ” tutupnya (Humas & Protokoler TB ).