Sekda : Penyusunan Dokumen Rencana Kontijensi Didasari Pada Resiko Bencana,Wawasan Sains dan Partisipassi Masyarakat

Telukbintunikab.go.id-Dilangsir dari Bintuni,BM — Penangulangan bencana merupakan bagian integral dari Pembangunan nasional dan dalam implementasinya, penangulangan bencana merupakan tangungjawab pemerintah pusat, daerah dan masyarakat.

Oleh karenanya, perlu diketahui penangulangan bencana, resiko, perencanaan penangulangan bencana, pemanduan dalam perencanaan Pembangunan, persyaratan analisis risiko bencana, pelaksanaan serta penegakan rencana tata ruang wilayah serta persyaratan standar teknis penangulangan bencana yang salah satunya adalah pelaksanaan kontijensi.

Demikian dikatkan Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT melalui Sekda, Gustaf Manuputti.S,Sos,MM saat membuka rapat penyusunan dokumen rencana kontijensi tahun 2019 di Hotel Stenkool, Selasa (5/11/2019).

Lebih lanjut dikatakan, rencana kontijensi merupakan bagian dari manajemen risiko bencana sebagai upaya mitigasi yang berupa dokumen sebagai pelengkap rencana serta merupakan upaya sistematis yang bertujuan untuk kesiap-siagaan bencana seperti, bencana banjir dan longsor.

Penangulangan bencana merupakan upaya menyeluruh dan pro-aktif yang dimulai dari pengurangan bencana, tanggap darurat, rehabilitas dan rekontruksi yang dilakukan secara bersama sama oleh pemangku kepentingan dengan peran dan fungsi yang saling melengkapi, yang kemudian disusun dalam sebuah dokumen rencana kontijensi,”ujar Manuputti.

Untuk itu kata Manuputti, pemda Teluk Bintuni menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada BPBD Teluk Bintuni yang telah bekerja keras sejak rapat persiapan penyusunan dokumen renvana kontijensi tahun 2019, sehingga bisa dilaksanakan dilaksanakan rapat penyusunan dokumen rencana kontijensi tahun 2019 hari ini.

Besar harapan kami, melalui penyusunan rencana kontijensi dapat membangun jaringan dan mengkoordinir perorangan, agensi dan organisasi dalam memberikan respon yang cepat dan efektif dalam menghadapi bencana banjir dan longsor.

Saya juga mengajak semua pemangku kepentingan terutama yang terkait dengan kontijensi dan mitigasi bencana di daerah ini agar dapat menyatukan presepsi untuk membuat prosudur tetap dalam menyusun perencanaan sebelum terjadinya bencana.

Sejalan dengan itu, dengan diselenggarakanya kegiatan ini, diharapkan seluruh organisasi atau instansi terkait yang tergabung dalam Tim Teknis Terpadu dapat bekerjasama dan terlibat aktif dalm menyusun kontijensi bencana dengan sebaik baiknya. Mengingat ini adalah kegiatan lintas sector, maka saya ingatkan agar semua OPD dapat berperan sesuai tugas pokok dan fungsinya masing masing,”harap Manuputti.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Teluk Bintuni yang juga Ketua Panitia, Benoni Tiri,SH dalam laporanya mengatakan, Kabupaten Teluk Bintuni masuk dalam 136 daerah yang menjadi kawasan pusat pertumbuhan dan merupakan salah satu target lokasi yang menjadi prioritas nasional dukungan program pemerintah yang tertuang dalam RPJMN 2015 — 2019.

Pelaksanaan penyusunan rencana kontijensi ini merupakan salah satu bentuk implementasi dukungan BNPB terhadap pemerintah daerah, untuk bersama sama meningkatkan kapasitas kepastian daerah sebagai responder utama dalam penanganan darurat bencana.

Tujuan dan sasaran kegiatan ini adalah, tersusunya dokumen rencana kontijensi dalam menghadapi ancaman banjir dan longsor di kabupaten Teluk Bintuni yang disusun secara partisipatif dengan melibatkan para pelaku penanggulangan bencana di Kabupaten Teluk Bintuni, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, maupun lembaga usaha, dengan melibatkan pendampingan dari Provinsi Papua Barat dan pengiat kebencanaan dari Kabupaten Manokwari.

Kegiatan ini sendiri menurut Benoni, diselenggarakan oleh BPBD Teluk Bintuni bersama Direktorat Kesiapsiagaan, Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB. Sedangkan para peserta terdiri dari, pemangku kepentingan bencana alam di Teluk Bintuni yang terdiri dari, unsur pemerintah, lembaga usaha, masyarakat dengan melibatkan pendampingan dari BPBD Papua Barat, dan para pengiat kebencanaan di Kabupaten Manokwari, yaitu BPBD Manokwari, Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Unipa(Humas&Protokoler)