Rakoor Bupati /Walikota SePapua Barat Membahas Kepulangan Mahasiswa, Bupati Bintuni Usulkan Bentuk Tim

Telukbintunikab.go.id-Di langsir dari Bintuni,BM Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan memimpin rapat koordinasi antara Bupati/Walikota dan pimpinan Perguruan sePapua Barat di Manokwari, Rabu (18/9/2019) .

Gubernur menjelaskan, rakoor ini dilaksanakan setelah ada undangan dari Gubernur Papua yang mengundang Bupati/Walikota se-tanah Papua untuk menyikapi pemulangan mahasiswa yang mengikuti study diluar Papua.

Dalam pertemuan tangal 16 September tersebut, Papua Barat tidak hadir,karena menurut Gubernur, dirinya belum melakukan rapat koordinasi dengan para kepala daerah di Papua Barat. Sehingga hari ini baru dilaksanakan untuk kami ketahui bersama bahwa apakah ada mahasiswa yang kembali ke Papua Barat.

Sehingga apabila kami menghadiri rapat di Papua, sementara di Papua Barat belum ada kesamaan pandangan maka akan menjadi soal nantinya. Dan yang dikhawatirkan gubernur dan Bupati/Walikota memiliki usulan yang berbeda, maka hari ini kita bahas bersama.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT saat menyampaikan pandanganya dalam rakoor tersebut mengatakan, sampai saat ini Kabupaten Teluk Bintuni aman dan sejuk

“Persoalan persoalan yang terjadi di tanah Papua ini kapan saja bisa terjadi, karena ini semua merupakan akumulasi dari berbagai masalah, seperti politik, Ham, hak hak adat yang tertindas dan lain lain, sehingga apabila ada pemicu sedikit saja maka terjadi gejolak di tanah ini”.

Sehingga kalau pokok permasalahan di Papua tidak diselesaikan, maka akan terulang lagi. Dan di Bintuni masyarakat sudah melakukan demo damai, dan uniknya adalah yang menghimbau agar jangan terjadi demo anarkis yakni masyarakat 7 suku. Karena menurut mereka, Kabupaten Teluk Bintuni dibentuk oleh air mata, lapar dan dahaga, sehingga tidak boleh ada yang merusak.

Masyarakat sudah menyampaikan aspirasi dan kami sudah sampaikan ke Gubernur, sehingga masyarakat menanyakan aspirasi tersebut sudah sampai dimana,”ujar Bupati

Nah, terkait mahasiswa yang mengikuti pendidikan diluar Papua, untuk Kabupaten Teluk Bintuni berjumlah 1.658 mahasiswa yang tersebar di 24 kota study dan 60 persen adalah anak anak asli Papua, semuanya dibantu biaya pendidikanya oleh pemda.

Sampai hari ini kata Bupati, tercatat ada 6 anak yang kembali atas insiatif sendiri dan kekhawatiran orang tua. Namun kami berupaya untuk memfasilitasi agar kembali ke kota study.

Akan tetapi anak anak kita di Malang belum merasa nyaman, karena ketika mereka naik angkot atau makan di warung warung, masi ada saja oknum oknum yang membuang kata kata sindiran kepada mereka.

Untuk itu,dalam rapat koordinasi ini saya usulkan untuk dibentuk tim agar melihat mereka di kota study masing masing. Kalau Gubernur Papua sudah ketemu mereka disana, maka kalau bisa dari Papua Barat juga bersama sama melihat mereka(Humas&Protokoler)