ulusan P2TIM Sudah Membuktikan Anak Papua Juga Bisa

Bintuni,sorotpapua.co — Sunguh sangat ironi di tanah Papua dan Papua Barat yang begitu indah, kekayaan alamnya luar biasa namun orang orangnya masih biasa biasa saja.

Salah satu contoh adalah British Petroleum (BP) Tangguh adalah sebuah perusahaan raksasa asal Inggris yang bergerak dibidang Migas telah mendapatkan keuntungan yang besar, namun berbanding balik karena orang orang di Teluk Bintuni masih biasa saja.

Bukan saja dari sisi kehidupan, perekrutan tenaga kerja asli Papua selalu di abaikan karena alasanya tidak memiliki skill dan lain sebagainya. Dengan melihat kenyataan tersebut maka, pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni di bawah kepemimpinan Ir.Petrus Kasihiw.MT dan Matret Kokop, SH mengagas sebuah pusat pelatihan teknik industry dan migas untuk menjawab permasalahan tersebut.

Pusat pelatihan ini sudah berjalan satu tahun namun sudah mulai menunjukan kemampuan dan eksistensinya dalam mencetak Sumber Daya Manusai di bidang Migas.

Managing Director Petro Tekno Technical School, Hendra mengatakan, tanggal 16 Juli 2018 lalu, program ini mulai dijalankan dan tanggal 16 Juli 2019 ini sudah genap berusia 1 tahun.

Kita berharap, komitmen pemerintah daerah Kabupaten Teluk Bintuni yang bekerja sama dengan Petrotekno selama ini, bahkan terus menerus bekerjasama dalam pengembangan SDM di Kabupaten Teluk Bintuni.

Project Manager P2TIM, Yulius Farani menjelaskan, saat ini P2TIM sudah menghasilkan lulusan ke-3. Dan dalam perjalananya Petrotekno diharapkan bisa menyumbangkan SDM potensial di Kabupaten Teluk Bintuni agar menjadi tenaga kerja yang handal.

Namun, jalan sampai ke titik tersebut membutuhkan perjuangan, akan tetapi berkat komitmen Bupati dan jajaranya maka program ini bisa terlaksana. Lulusan batch#1 banyak rintangan yang dihadapi tetapi para pengajar bisa merubah mereka sebagai tenaga tenaga kerja yang sesuai dengan permintaan industry di Bintuni.

Batch#1 hampir sebagian besar bekerja diluar Teluk Bintuni. Dan anak anak Bintuni sudah di akui oleh perusahaan perusahaan diluar sehingga diharapkan angkatan angkatan berikutnya bisa berkontribusi dan memiliki keahlian yang sama untuk bekerja di Papua maupun diluar Papua.

Hadirnya P2TIM ini, saya awalnya mendapatkan ceritera bahwa, anak Papua tidak disiplin, malas dan bekerja semaunya serta tidak bisa di atur akan tetapi sampai batch#3 ini perkataan tersebut tidak terbukti sama sekali. Kami bisa buktikan bahwa, anak anak Papua juga bisa.

Kemudian saat pihak ketiga melakukan asessmen kepada anak Papua, ternyata tidak ada pertanyaan lebih lanjut terhadap hasil kerja mereka sehingga langsung memberikan sertifikat kelulusan.

Kami sangat bangga dan harapanya, adik adik semua bisa membawa nama Bintuni, buktikan bahwa Bintuni bisa,”harap Yulis Farani.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT mengatakan, seperti kutipan mantan Gubernur Papua Barat, Octavianus Atururi bahwa, potensi Sumber Daya Alam di Papua Barat luar biasa, tetapi orangnya masih biasa saja.

Untuk itu, kalau ingin bersaing dengan orang lain maka harus siap SDMnya. Nah, P2TIM merupakan salah satu solusi untuk menjawab tantangan tantangan tersebut. Sehingga mari gunakan kesempatan ini dengan baik, karena kalian sudah dilatih dan memiliki keahlian, maka inilah masa depan anda, jangan di sia siakan.

Karena menurut Bupati, di bidang migas, orang Papua bisa dihitung dengan jari. Sehingga marilah kita jadi tuan dibidang minyak dan gas di perusahaan perusahaan yang beroperasi di Bintuni,”kata Bupati.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Amien Sunaryadi, menurutnya,potensi minyak dan gas di Papua Barat terus dikembangkan sehingga membutuhkan kesiapan Sumber Daya Manusia. Namun hal ini sudah dibuktikan oleh pemerintah Teluk Bintuni dengan membangun pusat pelatihan migas ini

P2TIM ini di gagas untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dibidang migas. Sehingga diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang ber-kompeten di bidang minyak dan gas,”harap Amien Sunaryadi

Dari data yang dimiliki media ini bahwa, semua siswa yang belajar dan didik di P2TIM dibiayai oleh APBD Teluk Bintuni sehingga dari mendaftar sampai lulus dengan sertfikat nasional dan internasional semuanya gratis. Intinya, tempat tingal, makan,minum, pakaian dalam dan laundry semuanya di sediakan.

Lulusan Bacth#1,2 sudah diterima di perusahaan perusahan migas, bahkan ada yang sudah bekerja di luar negeri. Kemampuan anak Papua tidak diragukan ini bisa terlihat dari sambutan salah satu lulusan bacth#3 mengunakan bahasa Inggris yang begitu fasih.

P2TIM di programkan dengan kualifikasi internasional dengan mengacu dari standar ECITB (Engineering Construction International Training Board) yang bermarkas di London-UK. Sedangkan sertifikat Nasional dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikat Profesi(BNSP)