Pemda Dan Pekerja Sosial Diharapkan Saling Melengkapi Dan Satukan Arah Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial


Diposting: 2014-08-14

Bintuni, Pemerintah daerah (Pemda) dan pekerja sosial harus saling pengertian dan melengkapi serta menyatukan arah tanpa mempertebal ketergantungan pekerja sosial dalam perannya terhadap pemerintah daerah. “Pekerja sosial harus diberikan ruang seluas-luasnya untuk berperan secara aktif dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial sesuai dengan kompetensinya sehingga kebijakan pemerintah daerah sesuai dengan rencana pembangunan daerah,” tutur Bupati Teluk Bintuni Drg. Alfons Manibui, DESS dalam sambutannya yang dibacakan Izaac Laukoun, SH, MH staf ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan ketika mewakili Bupati membuka secara resmi Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan SDM Bagi TKSM dan Pekerja Sosial serta Pengembangan Model Kelembagaan Perlindungan Sosial yang digelar pada tanggal, 20-21 Mei 2014 di Steenkool Hotel Bintuni.

Bupati menjelaskan bahwa tujuan kesejahteraan masyarakat dapat tersentuh dari, oleh dan untuk masyarakat. Dimana bidang sasaran garapan pekerja sosial dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial diharapkan semakin berkembang dan meluas yang tidak hanya mencakup bidang-bidang kegiatan pembinaan pengembangan kesejahteraan sosial semata. Tetapi juga lebih terarah untuk bidang-bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial dan pemberdayaan. “Melalui peran pekerja sosial dalam lingkup cakupan dan bidang sasaran pembinaan dan pengembangan kesejahteraan sosial meliputi (1). penyuluhan dan bimbingan sosial, (2). pembinaan potensi sosial masyarakat kampung/kelurahan, (3). pembinaan kesejahteraan sosial perumahan dan lingkungan, (4). pembinaan peranan dan fungsi wanita dan (5). pembinaan dan pengembangan organisasi sosial masyarakat,” terang Bupati.

Selain itu, kata Bupati peran pekerja sosial secara intra/antar masyarakat sendiri mempunyai kegiatan-kegiatan saling membina dan saling, menunjang satu dengan yang lainnya untuk, (1). meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal organisasi dan administrasi untuk tujuan pembangunan bidang kesejahteraan sosial, (2). meningkatkan kemampuan eksplor pengelolaan, pemanfaatan dan tanggung jawab dana kesejahteraan sosial dari sumber masyarakat untuk membiayai sarana dan prasarana yang dibutuhkan. (3). melaksanakan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan pelayanan dan pengembangan kesejahteraan sosial sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai peran serta pekerja sosial dapat memiliki relevansi yang semakin tinggi dengan daya guna dan hasil guna yang lebih memadai. “Maka dengan  semakin kompleksitas dan implikasi keluasan masalah kesejahteraan sosial yang semakin tinggi. Maka kegiatan-kegiatan pekerja sosial dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial dituntut untuk dapat dilaksanakan secara terorganisasi dan bertanggung jawab dengan pendekatan-pendekatan yang lebih sistematis dalam pendekatan pekerjaan sosial dengan rangkapan pelayanan yang profesional,” ujar Bupati.

Menurut Bupati bahwa usaha-usaha kesejahteraan sosial yang hanya bersifat filantropis dan atau yang bersifat residual (tambal sulam) saja tidak akan mampu menanggulangi permasalahan kesejahteraan sosial secara tuntas. “Untuk itu peran pekerja sosial dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial perlu ditingkatkan kemampuannya sehingga mampu meminimalisir ketergantungan para penyandang masalah kesejahteraan sosial terhadap pemerintah daerah. Dan untuk menjawab hal ini kesadaran dan tanggung jawab pekerja sosial di bidang kesejahteraan sosial tetap dijiwai sehingga memberikan warna tersendiri untuk pemecahan masalah baik yang dialami individu, kelompok/keluarga dan masyarakat sehingga bagaimana pun kompleksitasnya permasalahan yang timbul akan dapat diselesaikan,” pungkas Bupati.

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan SDM Bagi TKSM dan Pekerja Sosial serta Pengembangan Model Kelembagaan Perlindungan Sosial yang digelar oleh Dinas Sosial Budaya dan Pariwisata Kab. Teluk Bintuni itu diikuti sebanyak 45 peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan berbagai ormas dan LSM YSA.

 

Acara Diklat dibuka oleh Izaac Laukoun dengan menabuh tifa sebanyak 5 kali yang didampingi Kadin Sosbud dan Pariwisata Kab. Teluk Bintuni Agnes Manibuy, SH, MM dan Kabid Perlindungan dan Jamsos Johny Ibori, S.Sos. Selanjutnya Kadin Agnes Manibuy mengalungkan tanda pengenal peserta secara simbolik kepada peserta diklat yang diwakili 2 orang peserta. [muris, Tabura Pos]



Peta Situs | Kontak | Webmail
© Copyright Pemda Teluk Bintuni 2013. All Right Reserved
Kompleks Perkantoran Bupati, Jl. Bintuni - Manokwari, Distrik Manimeri
e-mail: info@telukbintunikab.go.id